TUGAS KELOMPOK PEMBUATAN ERD KTP

Posted: Oktober 11, 2012 in Uncategorized

Pembuatan KTP

Kasus
Dalam pembuatan KTP, pertama masyarakat datang ke RT/RW untuk meminta pengantar yang dibawa ke Kelurahan. Dari Kelurahan masyarakat membawa form KTP yang sudah diisi ke Kecamatan, kemudian petugas memasukan data dari form KTP kedalam SIM e-KTP. Sebelumnya petugas harus login terlebih dahulu ke SIM e-KTP sebelum memasukan data dan akhirnya mencetak KTP.
Analisa
Dalam kasus diatas adalah pembuatan KTP dimana kegiatan utama terdapat di kecamatan saat berkas dari person dimasukan kedalam SIM e-KTP untuk cetak menjadi KTP oleh petugas. Jadi bisa disimpulkan bahwa entitas yang terlibat dalam proses tersebut adalah person dan petugas kecamatan, dimana relasi antara kedua entitras tersebut adalah mencetak KTP.

Person mempunyai atribut yang didapat dari data yang tertera pada KTP sebagai berikut:
NIK* , Nama, Tempat/Tgl Lahir, Jenis Kelamin, Alamat, RT/RW, Desa/Kel, Kecamatan, Agama, Status Kawin, Pekerjaan, Berlaku Hingga, Kewarganegaraan, Tgl Dikeluarkan.
Person juga membawa surat pengantar dari kelurahan yang bisa dijadikan atribut yaitu:
No Surat Pengantar, Keperluan, Tgl Pengajuan

Hubungan kardinalitas antara dua atribut tersebut adalah one-to-many karena satu petugas bisa memasukan lebih dari satu data person. Apabila kita buat kedalam bentuk ERD akan tampak seperti pada gambar dibawah ini.

ERD KTP

ERD KTP HENDI HARDIANTO 10409105

 

Setelah dilakukan normalisasi maka nantinya akan didapat beberapa tabel, antara lain:

Kependudukan
{NIK* , Nama, Tempat lahir, Tgl Lahir, Jenis Kelamin, Alamat, RT, RW, Desa, Kecamatan, Agama, Status Kawin, Pekerjaan, Kewarganegaraan}

 

KTP
{No surat pengantar*, NIK**, keperluan, tgl pengajuan, tgl dikeluarkan, berlaku hingga}

 

Karyawan
{NIP*, Nama, Tempat lahir, Tgl Lahir, Jenis Kelamin, Alamat, RT, RW, Desa, Kecamatan, Agama, Status Kawin, Bagian}

 

Autentikasi
{Username*, Password, NIP**}

 

 

 

 

 

 

 

 

tugas anperancis

Posted: Mei 25, 2012 in Uncategorized

* ASOSIASI*

Kita menggunakan pemahaman asosiasi adalah pada saat beberapa kelas saling

terhubung satu sama lain secara konseptual. Sebagai contoh, misalkan seorang pegawai bekerja

pada sebuah perusahaan. Maka “bekerja” merupakan sebuah asosiasi antara kelas pegawai dan

kelas perusahaan. Contoh yang lain kita misalkan seorang mahasiswa mendaftar sebuah kursus,

maka jelas sekali disini bahwa asosiasi yang muncul adalah “mendaftar”. Selanjutnya bisa kita

simpulkan bahwa sebuah asosiasi bisa merupakan sebuah bentuk kata kerja yang merelasikan

kelas yang satu dengan kelas yang lainnya. Untuk menggambarkan sebuah asosiasi anda dapat

kembali merujuk ke tabel 2.1. Gambar 2.4 berikut menunjukkan bagaimana visualisasi sebuah

asosiasi.

Gambar . Contoh sebuah asosiasi

asosiasi

*Generalization*

Sebuah class (child class atau subclass) dapat mewarisi atribut-atribut dan operasioperasi dari class lainnya (parent class atau super class) dimana parent class bersifat lebih umum daripada child class. Generalisasi pada konsep Object Oriented digunakan untuk menjelaskan hubungan kesamaan diantara class. Dengan menggunakan generalisasi bisa dibangun struktur logis yang bisa menampilkan derajat kesamaan atau perbedaan diantara class-class. Manfaat lain dari struktur hirarkis juga memungkinkan untuk penambahan subclass (child class) baru tanpa harus merubah struktur yang sudah ada.

Gambar . Generalisasi

.

*Dependant *

Pada penggunaan relasi kadangkala satu class menggunakan class yang lain, hal ini disebut dependency. Umumnya penggunaan dependency digunakan untuk menunjukkan operasi pada suatu class yang menggunakan class yang lain. Notasi untuk dependency pada UML dapat menggunakan garis putus-putus dan tanda panah pada ujungnya.

Gambar. Dependency

yang mau download file doc nya ada disini TUGAS ANALISIS PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

erd-use-case-diagram-class-diagram-on-toko-swalayan/

erd-use-case-diagram-class-diagram-on-toko-swalayan

belajar dfd

Posted: Maret 26, 2012 in Uncategorized